Termasuk Sekjen & Dirjen Kemensos Uang Suap Bansos Mengalir Ke-11 Orang

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mengungkap uang hasil suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid 19 mengalir ke 11 orang, termasuk sejumlah pejabat Kementerian Sosial. Uang tersebut merupakan fee dari para perusahaan yang menjadi vendor dalam pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. Hal tersebut terungkap saat persidangan perdana mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang digelar Rabu (21/4/2021) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Selain diberikan kepada terdakwa, uang fee tersebut juga diperuntukkan kepada sejumlah nama," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan. Pertama, sebanyak Rp200 juta mengalir ke Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono. Kedua, sebanyak Rp1 miliar mengalir ke Direktur Jenderal Perilindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazarudin.

Ketiga mengalir ke terdakwa PPK Kemensos Adi Wahyono sejumlah Rp1 miliar. Keempat mengalir ke terdakwa PPK Kemensos Matheus Joko Santoso sejumlah Rp1 miliar. Kelima, kepada Amin Raharjo sejumlah Rp150 juta.

Keenam, mengalir ke Rizky Maulana sebesar Rp175 juta. Ketujuh, duit suap bansos juga mengalir ke Robin Saputra sebesar Rp200 juta. Kedelapan, sebanyak Rp175 juta mengalir Iskanda Zulkarnaen.

Kesembilan mengalir ke Firmansyah sebesar Rp175 juta. Kesepuluh, Mengalir juga ke Yoki sebesar Rp175 juta. Kesebelas, uang fee itu mengalir ke Rosehan Ansyari atau Reihan sebesar Rp150 juta

Sebelumnya, Juliari didakwa menerima sejumlah Rp32,48 miliar dalam kasus suap pengadaan bantuan sosial Covid 19. JPU KPK menguraikan uang suap itu diterima dari sejumlah pihak yakni sejumlah Rp1,28 miliar dari Harry Van Sidabukke, Rp1,95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja, dan Rp29,25 miliar dari beberapa vendor bansos Covid 19 lainnya. Uang tersebut diterima Juliari lewat dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Check Also

SMK Masih susah merespon Kebutuhan Dunia Kerja Nadiem

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan saat ini SMK di Indonesia masih kesulitan menjawab …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *